Ppki melaksanakan sidang pertama pada tanggal

Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan tentang “Dasar Negara” yang diberi nama Pancasila. Sidang Kedua, 22 Juni 1945 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 (sembilan) orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan

Sejarah mencatat, BPUPKI hanya melaksanakan 2 kali yang terjadi dalam kurun waktu 3 bulan. Sidang pertama BPUPKI terjadi pada tanggal 29 Mei-1 Juni. Hasil dari sidang pertama BPUPKI adalah pembicaraan khusus mengenai perumusan dasar negara. Sidang BPUPKI tentang perumusan negara tersebut mengangkat 3 tokoh utama sebagai pembicara.

Sidang pertama BPUPKI berakhir pada tanggal 1 Juni 1945, namun belum menghasilkan keputusan akhir mengenai dasar negara Indonesia merdeka. Akhirnya diadakan masa reses selama satu bulan. Kemudian BPUPKI pada tanggal 22 Juni 1945 membentuk panitia kecil dengan tugas membahas usul dan konsep para anggota mengenai dasar negara Indonesia. Pada tanggal 28 Mei 1945 Jepang secara resmi melantik anggota BPUPKI. Untuk melaksanakan tugasnya BPUPKI melaksanakan dua kali masa persidangan. Sidang pertama dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan tanggal 1 Juni 1945. Sidang kedua dilaksanakan pada tanggal 10 Juli sampai dengan 16 Juli 1945. [3] Tugas BPUPKI dan PPKI sudah diulas pada pembahasan di atas. Berkat dua lembaga ini, Indonesia akhirnya berhasil menyuarakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 setelah Jepang resmi menyerah kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Demikian adalah materi lengkap: tugas BPUPKI dan PPKI. Yang pada saat itu dibentuk dengan berdasarkan pada pembubaran BPUPKI pada tanggal 7 Agustus 1945. Setelah PPKI dibentuk, sidang pertamakali memberikan bahasan tentang pentingnya Undang-Undang Dasar Negara RI yang didapatkan dari serapan isi … PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 beranggotakan 21 orang. 12 orang Jawa, 3 orang dari Sumatera, 3 orang dari Sulawesi, sedangkan Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku dan Tionghua diwakili masing-masing 1 orang. Kemudian PPKI melaksanakan sidangnya yang kedua yaitu : - Pembagian wilayah indonesia - Menetapkan 12 kementrian - Pembahasan anggota-anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) 1. Pembagian wilayah indonesia Rapat PPKI pada tanggal 19 agustus 1945 memutuskan pembagian wilayah indonesia menjadi delapan provinsi di seluruh bekas jajahan Tercatat dalam sejarah, bahwa BPUPKI setidaknya telah mengadakan 2 kali masa persidangan dengan pembahasan yang berbeda.Untuk sidang yang pertama, yakni tanggal 29 Mei- 1 Juni 1945. Hasil dari sidang ini adalah membentuk Panitia Sembilan yang bertugas khusus untuk menampung segala saran dan usulan tentang rancangan Dasar Negara Indonesia. PPKI melaksanakan siodang pertama pada tanggal 18 Agustus 1945 dan sidang kedua pada tanggal 19 Agustus 1945 Hasil sidang PPKI yaitu : Mengesahkan UUD 1945 , memilih presin dan wakil presiden , membagi wilayah Indonesia , dibentuknya partai nasional Indonesia Merujuk buku Konstitusi dan Konstitusionalisme karangan Jimly Asshiddiqie, disebutkan bahwa naskah UUD 1945 pertama kali dipersiapkan oleh BPUPKI. Hal itu dilakukan pada masa sidang kedua tanggal 10 Juli sampai dengan 17 Juli 1945, saat itu dibahas hal-hal teknis tentang bentuk negara dan pemerintahan baru yang akan dibentuk.

Pembentukan PPKI berlangsung pada tanggal 7 Agustus 1945, yang beranggotakan 21 orang dan tanpa sepengetahuan Jepang ditambah 6 orang anggota yang dapat mewakili rakyat Indonesia. Tugas dari PPKi sendiri adalah untuk melakukan persiapan kemerdekaan. Wujudnya dapat dilihat dari hasil sidang PPKI, berikut uraian hasil sidang PPKI. Pembentukan PPKI Secara resmi, BPUPKI ini mengadakan sidang sebanyak 2 kali. Sidang pertama BPUPKI diadakan tepat pada tanggal 2 Mei – 1 Juni 1945. Sementara sidang kedua BPUPKI diadakan pada tanggal 11 Juli sampai dengan 14 Juli 1945. Selain itu juga sering diadakan pertemuan tidak resmi antar anggota maupun panitia kecil BPUPKI. Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan. Sebagai gantinya pemerintah pendudukan Jepang membentuk PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai). Sebanyak 21 anggota PPKI yang terpilih tidak hanya terbatas pada wakil-wakil dari Jawa yang berada di bawah pemerintahan Tentara Keenambelas, tetapi juga dari berbagai pulau, yaitu : 12 wakil dari Jawa, 3 wakil dari Sumatera, 2 wakil dari Sulawesi, seorang dari

BPUPKI melaksanakan persidangan sebanyak dua kali. Pada sidang pertama, hasil sidang BPUPKI adalah 3 konsep dasar Negara yang dikemukakan oleh 3 tokoh pendiri bangsa yakni M. Yamin, Mr. Soepomo dan Ir. Soekarno. Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945 dimana dihadiri anggota BPUPKI. Sidang kedua PPKI pada 19 Agustus 1945 menghasilkan keputusan pembagian delapan provinsi dan dua daerah istimewa. Bermula dari Panitia Kecil Untuk itu, sebelum secara resmi menutup sidang pertama pada 18 Agustus 1945, Sukarno terlebih dahulu membentuk suatu panitia kecil. Rapat yang pertama dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan juga dimulai pada keesokan harinya yaitu pada tanggal 29 Mei 1945 yang juga bertemakan Dasar Negara. Lalu pada sidang pertama ini ada 3 orang yang akan memberikan suatu pendapat mengenai Dasar Negara, Mereka yakni Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo dan Ir. Soekarno. Sidang resmi pertama berlangsung mulai tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Pada masa sidang resmi pertama ini bertujuan untuk merumuskan dan membentuk rangka dasar dari Undang-Undang Dasar, yang mana merupakan dasar dari negara Indonesia. Setelah itu kemudian dirumuskan konstitusi negara. Dan tokoh yang melaksanakan yaitu Ir. Soekarno da Muh. Hatta, pada akhirnya kedua tokoh iniilah yang kita sebut dengan Bapak Proklamator Indonesia. Setelah mengumumkan proklamasi pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI langsung mengadakan sidang yang pertama. Sejarah berdirinya PPKI atau dalam bahasa jepang disebut Dokuritsu Junbi Inkai berhasil mengadakan sidang sebanyak 3 kali. Sidang pertama PPKI berlangsung pada tanggal 18 Agustus 1945, sidang ke dua pada 19 Agustus 1945 dan sidang ke tiga dilaksanakan tanggal 22 Agustus 1945.

Kemudian, pada tanggal 22 Agustus 1945, PPKI melaksanakan sidang lanjutan yang kemudian menghasilkan keputusan membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tanggal 5 Oktober 1945. BKR inilah yang menjadi asal-usul dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) sekarang ini. Sebelum PPKI, sudah ada BPUPKI yang dibentuk Jepang, kemudian dibubarkan. Setelah BPUPKI tidak ada lagi, Soekarno membentuk PPKI pada 7 Agustus 1945. Dibentuknya PPKI. Dikutip dari buku Konflik di Balik Proklamasi (2010), di awal Agustus 1945 Jepang makin terimpit dalam perang. Sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Sedangkan hasil rapat sidang yang ketiga, pertama adalah Pembentukan Komite Nasional, kedua, membentuk Partai Nasional Indonesia, dan ketiga, adalah pembentukan Badan Keamanan Rakyat. Tertulis bahwa pada tanggal 18 Agustus 1945, untuk pertama kalinya PPKI dalam sidang pertamanya memilih Dr.Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs, Moh. Perubahan dalam Sidang PPKI Pada 18 Agustus 1945, semua anggota PPKI diundang untuk melaksanakan sidang guna menetapkan UUD serta memilih presiden dan wakil presiden. Dalam persidangan itu, terdapat beberapa perubahan rumusan pembukaan UUD hasil Piagam Jakarta dan rancangan batang tubuh UUD hasil Sidang II BPUPKI.

PPKI mengadakan sidang pertama kali pasca Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 yang berlokasi di Gedung Road van Indie di Jalan Pejambon untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam sidang tersebut, terjadi musyawarah antara kelompok yang berbeda pendapat mengenai sila pertama Pancasila yang tertuang dalam pembukaan Piagam Selesai sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri … Pengesahan UUD 1945 dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,- Dalam membentuk alat kelengkapan Negara, maka diadakan sidang untuk membahasnya. Rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 merupakan rapat pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan dibuka oleh Ketua PPKI Ir. Soekarno. Beberapa keputusan penting dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 adalah sebagai berikut. Jawaban: 1 pada sebuah pertanyaan Jelaskan proses penyusunan dasar negara yang dibahas bpupki pada sidang pertama tanggal 29mei-1juni 1945! - ijawaban.Com Rumusan BPUPKI di lakukan sidnag tiga kali dalam masanya sebelum di gantikan PPKI. Dalam sidangnya salah satunya merumuskan dasar negara Indonesia. Pada tanggal 28 Mei 1945 dilakukan pelantikan pembukaan sidang BPUPKI yang pertama.

Pada tanggal 7 Agustus 1945 Jenderal Terauchi mengumumkan dan secara konkrit membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sidang Pleno PPKI dimulai pada tanggal 18 Agustus 1945 jam 11.30, mempunyai acara untuk membahas Rancangan Hukum Dasar (termasuk Rancangan Preambule Hukum Dasar) untuk ditetapkan Undang-Undang Dasar atas Hasil Sidang PPKI III tanggal 22 Agustus 1945. Sidang PPKI III menghasilkan keputusan berikut. A. Dibentuknya Komite Nasional. B. Dibentuknya Partai Nasional Indonesia. C. Dibentuknya tentara kebangsaan. PPKI telah selesai melaksanakan tugasnya pada tanggal 22 Agustus 1945, namun baru dibubarkan pada tanggal 29 Agustus 1945 bersamaan dengan Sehingga pada sidang PPKI yang pertama pada tanggal 18 Agustus 1945, Hatta mengusulkan untuk kalimat tersebut diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Perubahan tersebut sebelumnya sudah dikonsultasikan bersama dengan 4 (empat) tokoh islam, yakni Kasman Singodimejo, Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan. Pada tanggal 22 Agustus 1945 Tuliskan 8 provinsi yang dibentuk sebagai hasil Sidang PPKI Pertama! Provinsi Sumatra, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sunda Kecil, Provinsi Maluku, Provinsi Sulawesi, dan Provinsi Kalimantan. Semua tugas diselesaikan oleh semua anggota PPKI pada sesi pertama hingga ketiga, yaitu 18, 19 dan 22 Agustus 1945. Pembubaran PPKI PPKI yang bertugas menyiapkan semua hal yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia telah melaksanakan tugasnya.

Pengesahan UUD 1945 dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,- Dalam membentuk alat kelengkapan Negara, maka diadakan sidang untuk membahasnya. Rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 merupakan rapat pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan dibuka oleh Ketua PPKI Ir. Soekarno. Beberapa keputusan penting dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 adalah sebagai berikut.

Sidang pertama berakhir pada 1 Juni 1945. Sidang tersebut belum menghasilkan keputusan akhir mengenai dasar negara Indonesia merdeka. Selanjutnya BPUPKI memasuki masa reses selama 1 bulan lebih. Lahirnya Piagam Jakarta. Pada tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk panitia kecil yang beranggotakan 9 orang. Sidang kedua berlangsung tanggal 10 – 16 Juli 1945 membahas batang tubuh UUD negara Indonesia merdeka. Setelah berhasil menyelesaikan tugasnya, BPUPKI dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945 dan sebagai gantinya dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkai). PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno. Sidang PPKI. PPKI melakukan tiga kali sidang yang baru digelar setelah proklamasi kemerdekaan. Sidang pertama, digelar pada tanggal 18 Agustus 1945 yang menghasilkan keputusan: - mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945 - memilih Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai wakil

Selanjutnya, Panitia Sembilan mengajukan Piagam jakarta pada sidang kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang berlangsung pada tanggal 14-16 Juli 1945, dan diterima dengan baik. Isi dari Piagam Jakarta diatas, kelak menjadi Pancasila dengan kalimat pada butir pertama yang diubah dalam perumusan Pancasila. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan indonesia (PPKI) mengadakan rapat di Pajombon, yaitu gedung yang dipakai sekarang Kantor Kementerian Kehakiman.

Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara. Pada rapat pertama ini terdapat 3 orang yang mengajukan pendapatnya tentang dasar negara. Pada tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muhammad Yamin dalam pidato singkatnya mengemukakan lima asas yaitu: 1. Peri kebangsaan 2. Peri ke Tuhanan Dalam sidang PPKI yang pertama ini ada beberapa hal yang dibahas yaitu :... 2.Sidang PPKI II pada Tanggal 19 Agustus 1945 Untuk menyempurnakan dan menetapkan kehidupan berbangsa dan bernegara, diperlukan kelengkapan pemerintah dan Negara. Untuk itu, PPKI mengadakan siding kedua. Sidang berlangsung pada tanggal 19 Agustus 1945. 2.1.5. BPUPKI melaksanakan sidang sebanyak 2 kali. 2.1.5.1. Sidang Pertama (29 Mei - 01 Juni 1945) membahas tentang dasar negara. 2.1.5.2. Sidang Kedua (10-17 Juli 1945) membahas tentang rancangan undang-undang dasar. 3. Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara 3.1. Setelah BPUPKI menyelesaikan tugasnya, dibentuk PPKI pada tanggal 07 Agustus PPKI mengadakan sidang untuk pertama kalinya setelah melaksanakan proklamasi, pada tanggal 18 Agustus 1945 yang berlokasi di bekas Gedung Road van Indie di Jalan Pejambon untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945. Namun sebelum disahkan, terdapat perubahan mencolok dalam UUD 45, yaitu: Kata Muqaddimah kemudian diganti dengan kata Pembukaan. Tag: sidang pertama ppki dilaksanakan pada tanggal √PPKI Adalah. Oleh pengajarku Diposting pada Agustus 23, 2020. Pada Kesempatan Kali Ini Pengajar.Co.Id Ingin membagikan Artikel Tentang PPKI berikut adalah Penjelasannya: Pengertian PPKI PPKI adalah suatu singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau juga dalam bahasa Jepang Materi sidang ppki pada tanggal 18 agustus 1945 sidang pertama ppki SEKIAN DARI KELOMPOK 8 MOHON MAAF BILA ADA KATA-KATA YANG SALAH HARAP MAKLUM WASSALAMMUALAIKUM WR.WB pengesahan undang-undang Pada tanggal 18 Agustus PPKI Melaksanakan sidang pertama . Pada sidang ini PPKI Kemudian, dibentuk PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia sebagai pengganti dari BPUPKI tersebut. Secara resmi, BPUPKI mengadakan sidang sebanyak dua kali. Sidang pertama, BPUPKI diadakan pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Sedangkan, sidang kedua BPUPKI diadakan pada tanggal 10 Juli sampai 14 Juli 1945.

KOMPAS.Com - Ketika merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia belum punya perangkat daerah seperti sekarang.. Wilayah Indonesia baru dibagi dua hari setelah proklamasi kemerdekaan. Dikutip dari Handbook Pemerintahan Daerah (2018), pembagian provinsi dilakukan lewat sidang kedua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 19 Agustus 1945. BPUPKI pertama kali dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945. Dan dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945 karena tugas-tugasnya telah selesai dilaksanakan. Selama BPUPKI terbentuk, secara resmi BPUPKI telah melakukan sidang sebanyak 2 kali. Sidang pertama dilaksanakan pada tangga 29 Mei-1 Juni 1945. Dan sidang kedua dilaksanakan pada 10 Juli-17 Juli 1945. Perubahan dalam Sidang PPKI. Pada 18 Agustus 1945, semua anggota PPKI diundang untuk melaksanakan sidang guna menetapkan UUD serta memilih presiden dan wakil presiden. Dalam persidangan itu, terdapat beberapa perubahan rumusan pembukaan UUD hasil Piagam Jakarta dan rancangan batang tubuh UUD hasil Sidang II BPUPKI. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 dilaksanakan, PPKI melaksanakan sidang pada hari berikutnya. Sidang dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan perincian sebagai berikut: Sidang pertama dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945. Sidang kedua dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 1945.

Sidang PPKI pertama bertujuan mengesahkan UUD yang telah dirancang dalam sidang BPUPKI, Juli 1945. Pada tanggal 17 Juli 1945, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) menyelesaikan sidangnya dan menerima Rancangan Undang-Undang Dasar. Sidang Pertama BPUPKI. Pada tanggal 28 Mei 1945, diadakan upacara pelantikan dan sekaligus seremonial pembukaan masa persidangan BPUPKI yang pertama di gedung “Chuo Sangi In”, yang pada zaman kolonial Belanda gedung tersebut merupakan gedung Volksraad (dari bahasa Belanda, semacam lembaga “Dewan Perwakilan Rakyat Hindia-Belanda” di masa penjajahan Belanda), dan kini gedung itu … PPKI mengadakan sidang sebanyak tiga kali. Sidang pertama PPKI dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945, sidang kedua dilaksanakan tanggal 19 Agustus 1945, sedangkan sidang ketiga PPKI diadakan pada tanggal 22 Agustus 1945. Hasil Sidang PPKI Tanggal 18 Agustus 1945. Sidang PPKI yang pertama diadakan pada tanggal 18 Agustus 1945 atau tepat 1 hari setelah proklamasi kemerdekaan … PPKI melaksanakan sidangnya setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kepanitian tersebut hanya bertahan hingga 22 Agustus 1945. Sejak dibentuk, PPKI mengadakan sidang sebanyak tiga kali yang dilaksanakan pada 18, 19, dan 22 Agustus 1945. Pada sidang BPUPKI II tanggal 10 – 16 Juli 1945, dibahas tentang rancangan undang-undang dasar … Sedangkan pada sidang tanggal 14 Juli 1945, agenda sidang tentang Pembahasan Rancangan UUD. Sidang berjalan dengan alot tapi para peserta sidang saling menghargai setiap pendapat yang disampaikan. Dan naskah UUD akhirnya diterima denan suara Untuk mewujudkan tugasnya, BPUPKI harus melaksanakan sidang-sidangnya. Sidang BPUPKI yang pertama beralngsung pada tanggal... A. 29 Mei – 7 Juni 1945 b. 29 Mei -10 Juli 1945 c. 28 Mei – 2 Juni 1945 d. 28 Mei – 1 Juni 1945 e. 29 Mei – 1 Juni 1945 Jawaban: e 12. Pokok pembahasan utama yang berhasil diputuskan BPUPKI selama dua kali

Untuk melaksanakan kemerdekaan tersebut tanpa menunggu adanya hasil sidang BPUPKI dan PPKI karena tidak ada pemberian pemerintah militer Jepang. Kemudian dalam mengumumkan keputusan tersebut dari pemerintah militer Jepang dalam kemerdekaan Indonesia yang akan memberikan keputusannya pada tanggal 24 Agustus 1945. Sidang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945, 19 Agustus 1945, dan 22 Agustus 1945. Dan masing-masing sidang membahas hal yang berbeda. Sidang Pertama. PPKI mengadakan sidang pertama kalinya tanggal 18 Agustus 1945. Sidang dilaksanakan di Gedung Road Van Indie. Sidang pertama kali ini menghasilkan beberapa keputusan penting. Sidang PPKI 1; PPKI mengadakan sidang pertama kali pasca Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 yang berlokasi di Gedung Road van Indie di Jalan Pejambon untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam sidang tersebut, terjadi musyawarah antara kelompok yang berbeda pendapat mengenai sila pertama Pancasila yang tertuang dalam Sidang PPKI dilanjutkan kembali pada tanggal 19 Agustus 1945. Acara yang pertama adalah membahas hasil kerja Panitia Kecil yang dipimpin oleh Otto Iskandardinata. Sebelum acara dimulai, Presiden Sukarno ternyata telah menunjuk Ahmad Subarjo, Sutarjo Kartohadikusumo dan Kasman Singodimejo sebagai Panitia Kecil yang ditugasi merumuskan bentuk Komite Nasional Indonesia sempat dibahas dalam sidang PPKI I tanggal 18 Agustus 1945, kemudian dilanjutkan pada sidang PPKI III yang mana dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID). Pada tanggal 29 Agustus 1945 137 orang anggota KNIP secara resmi dilantik di Gedung Kesenian Pasar Baru, Jakarta.